Pemerintah Akan Batasi Subsidi BBM, Nevi Zuairina : Harus Tepat Sasaran dan Transparan - Patroli Informasi

Breaking

Minggu, 08 Desember 2024

Pemerintah Akan Batasi Subsidi BBM, Nevi Zuairina : Harus Tepat Sasaran dan Transparan



PATROLINFORMASI - Anggota Komisi XII DPR RI dari Daerah Pemilihan Sumatera Barat II, Hj. Nevi Zuairina, memberikan pandangan kritis terkait rencana pemerintah membatasi subsidi BBM.

Menurutnya, kebijakan subsidi energi adalah wujud nyata keberpihakan negara terhadap masyarakat kecil sekaligus alat penting untuk mendorong keadilan sosial.

Rencana pembatasan subsidi BBM ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak menciptakan keresahan di tengah masyarakat," ujar Nevi dengan nada tegas.

Nevi Zuairina menjelaskan bahwa selama ini subsidi BBM telah menjadi instrumen penting dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama bagi kelompok rentan dan miskin.

Namun, ia menemukan fakta bahwa sebagian besar subsidi BBM justru dinikmati oleh kelompok masyarakat mampu.

"Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk memperbaiki mekanisme penyaluran subsidi agar benar-benar tepat sasaran," ungkap politisi dari PKS ini.

Ia menambahkan, pengalihan subsidi yang tidak dikelola dengan baik dapat memicu ketidakadilan baru di masyarakat.

Oleh karena itu, menurutnya, pemerintah perlu memastikan kebijakan ini dirancang dengan prinsip keadilan yang kokoh.

Lebih lanjut, Nevi menyoroti pentingnya validasi data penerima subsidi sebagai langkah awal dalam memastikan efektivitas kebijakan ini.

Ia berharap pemerintah dapat mengoptimalkan penggunaan Basis Data Tunggal yang sedang dirancang.

Keberadaan data yang valid akan meningkatkan efektivitas subsidi sekaligus meminimalkan kesalahan dalam penyaluran," tegasnya.

Sebagai anggota DPR RI yang mewakili aspirasi rakyat, Nevi juga menekankan pentingnya keterlibatan legislatif dalam proses pengambilan keputusan terkait subsidi BBM.

Menurutnya, pemerintah perlu berkonsultasi secara aktif dengan DPR agar kebijakan yang diambil mendapat dukungan publik dan tidak menimbulkan polemik di kemudian hari.

Nevi menegaskan bahwa transparansi adalah kunci keberhasilan kebijakan subsidi yang tepat sasaran.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi publik yang baik dalam menyosialisasikan perubahan kebijakan ini.

Jika perubahan kebijakan subsidi BBM tidak disertai dengan sosialisasi yang jelas, hal itu bisa menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah perlu memastikan masyarakat memahami tujuan, mekanisme, dan manfaat dari kebijakan ini," imbuhnya.

Di akhir pernyataannya, Nevi menyampaikan harapannya agar kebijakan subsidi BBM benar-benar memberikan manfaat besar bagi masyarakat miskin yang paling membutuhkan.

Subsidi energi bukan sekadar angka dalam anggaran negara, tetapi merupakan wujud nyata keberpihakan negara kepada rakyat kecil. Saya berharap pemerintah dapat menjalankan kebijakan ini dengan bijaksana, transparan, dan tetap berorientasi pada keadilan sosial," tutup Nevi Zuairina dengan penuh harapan. (**)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar