Jakarta,- Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir mendapat respons positif dari jajaran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengelola BUMN, Dony Oskaria, menilai bahwa kenaikan ini merupakan sinyal jelas meningkatnya kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh investor yang telah menunjukkan kepercayaannya terhadap fundamental ekonomi kita maupun fundamental perusahaan-perusahaan Indonesia. Kinerja yang baik tersebut membuat IHSG menguat cukup signifikan, termasuk rupiah yang juga menunjukkan penguatan," ujar Dony di sela-sela acara Flag Off BTN Jakarta International Marathon di kawasan Monas, Jakarta, Minggu (14/6/2026) .
Menurut Dony, meskipun pasar kerap digoyang oleh berbagai sentimen dalam jangka pendek, investor jangka panjang pada akhirnya akan kembali menilai berdasarkan kekuatan fundamental riil.
"Tentu ada isu dan sentimen yang cukup mempengaruhi, tetapi pada akhirnya seluruh investor akan melihat fundamental daripada perusahaan maupun negara," tegasnya .
Dony Oskaria memastikan bahwa kondisi fundamental perusahaan pelat merah saat ini berada dalam keadaan sehat dan solid. Hal ini menjadi modal utama Danantara untuk terus menjaga kepercayaan pasar sekaligus mendorong peningkatan nilai perusahaan di masa depan.
"Teman-teman bisa melihat bahwa fundamental perusahaan kita, baik perbankan, tambang, infrastruktur maupun perusahaan BUMN lainnya, semuanya bagus," imbuh Dony .
Menanggapi maraknya aksi pembelian kembali saham (buyback) yang dilakukan oleh sejumlah emiten BUMN belakangan ini, Dony menilai hal tersebut sebagai mekanisme bisnis yang wajar.
"Buyback itu sebetulnya proses yang normal. Kalau kita melihat saham kita terlalu rendah, tentu pasti kita ambil. Sayang kan daripada investasi di tempat lain, lebih baik kita investasi dengan saham kita sendiri," jelas Dony .
Senada dengan Dony, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk, Nixon LP Napitupulu, juga melihat bahwa penguatan pasar modal harus diiringi dengan pertumbuhan sektor riil. BTN sendiri terus berkomitmen mendorong pembiayaan perumahan agar masyarakat luas dapat memiliki hunian, yang diyakini memiliki efek berganda (multiplier effect) yang besar bagi perekonomian nasional .
Dengan capaian IHSG yang sempat menembus level psikologis 6.000 dan penguatan Rupiah, Danantara optimistis bahwa modal asing maupun domestik akan terus mengalir masuk sepanjang tahun ini. "Kalau barang bagus, tentu sayang kalau tidak kita optimalkan," pungkas Dony .(***)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar