PATROLINFORMASI.COM – Tingginya intensitas curah hujan yang terjadi hari ini di wilayah Kabupaten Pasaman Barat dan sekitarnya mengakibatkan debit air di beberapa aliran sungai yang membentang di wilayah Kabupaten Pasaman Barat mengalami peningkatan hingga meluap ke badan jalan serta pemukiman warga.
Melihat kondisi tersebut, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Basuki, S.I.K., M.M memerintahkan seluruh Kapolsek sejajaran untuk memantau di wilayahnya masing-masing guna mengantisipasi timbulnya korban jiwa dan korban materil dalam bencana banjir kali ini.
Seperti yang dilakukan oleh jajaran Polsek Lembah Melintang, Kapolsek Lembah Melintang AKP Zulfikar, S.H., M.H memerintahkan personel Bhabinkamtibmas Nagari Ujung Gading Bripka Musliadi Indra dan didampingi oleh Babinsa Koramil 06/Ujung Gading Koptu Hendri, Wali Nagari Koto Sawah Budi Santosa, S.Pd, Bidan Desa Elektro Lina, Amd, Kep, Sekna Nagari Ujung Gading Yunaldi dan Kepala Jorong Koto Sawah, Ujung Gading, Khairul Nasrulloh memantau serta menyambangi rumah warga yang terdampak banjir yang berada di Banjar Bahal Jorong Koto Sawah, Nagari Koto Sawah, Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat, Minggu pagi (07/05/2023).
Dari hasil pemantauan, debit air Sungai Batang Sikabau Kec.Lembah Melintang meluap dan menggenangi areal pemukiman penduduk serta sebagian badan jalan di Jorong Koto Sawah. Dengan kondisi seperti itu, Bhabinkamtibmas bersama pihak pemerintah Nagari Ujung Gading memberikan himbauan kepada warga agar selalu waspada, jika sewaktu-waktu banjir bertambah tinggi, dihimbau kepada warga segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari korban bencana banjir ini.
“Tolong tingkatkan kewaspadaan, amankan barang-barang berharga dan hewan ternak, sementara hindari penggunaan peralatan yang menggunakan aliran listrik, untuk mengantispasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” pesan Bhabinkamtibmas.
AKBP Agung Basuki, S.I.K., M.M melalui Kapolsek Lembah Melintang AKP Zulfikar, S.H., M.H memerintahkan kepada seluruh anggota Bhabinkamtibmas Polsek Lembah Melintang sesering mungkin melakukan pemantauan dan menyambangi Nagari binaan, berkomunikasi aktif dengan pihak pemerintah Nagari guna mengetahui setiap perkembangan yang terjadi di Nagari , memantau ketinggian air sungai di wilayahnya masing-masing, agar kita bisa mendata dan mengambil langkah-langkah untuk menghindari jatuhnya korban Jiwa dan Materil
“Seperti saat ini, kami perintahkan semua anggota Bhabinkamtibmas Polsek Lembah Melintang untuk cek situasi masing-masing Nagari binaan, sebagai bentuk kepedulian Polri khususnya Polres Pasaman Barat terkait tanggap bencana,” ucap Kapolsek.
Dari hasil pemantauan yang dimulai pada pukul 09.00 Wib tersebut, belum ada warga yang mengungsi, rata-rata ketinggian air yang berada di pemukiman warga Banjar Bahal, Nagari Koto Sawah Ujung Gading sekitar 20 sentimeter yang menggenangi 10 unit rumah, sampai berita ini diturunkan, belum ada korban jiwa dan situasi masih aman dan kondusif. (HumasResPasbar)
[7/5 17:48] Humas Polda Rahmad Fauzi: Tinjau 91 Command Center, Kapolri dan Panglima TNI Pastikan Kesiapan Personel Jelang KTT ASEAN
NTT - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama dengan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, meninjau langsung 91 Command Center untuk memastikan kesiapan personel serta peralatan terkait pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam kesempatan itu, Sigit mengungkapkan bahwa, pengecekan itu dilakukan guna memastikan kesiapan personel serta peralatan baik Body Worm Camera, Handy Talky (HT) hingga alat komunikasi lainnya yang terhubung dengan 91 Command Center terkait proses pengamanan KTT ASEAN.
"Semuanya kita sambungkan dengan Command Center. Sehingga pergerakan anggota di lapangan sekaligus juga kegiatan yang ada di lokasi, dimana anggota berada tersebut, bisa kita monitor sekaligus kita laksanakan pengecekan. Supaya kita bisa tahu terkait dengan hal-hal yang harus dievaluasi," kata Sigit usai meninjau 91 Command Center di Labuan Bajo, NTT, Minggu, 7 Mei 2023.
Sigit menyatakan, dari peninjauan bersama Panglima TNI tersebut, seluruh personel TNI-Polri sudah melakukan evaluasi terkait dengan kendala-kendala yang ditemukan. Sehingga, pelaksaan Main Event KTT ASEAN pada tanggal 9-11 Mei, dari segi pengamanannya dapat berjalan optimal dan lancar.
"Mudah-mudahan dengan konsep operasi dan sistem kendali serta monitoring yang bisa kita pantau memudahkan proses pengamanan yang akan berjalan nanti," ujar Sigit.
Lebih dalam, Sigit menyebut, dengan terus melakukan pemantauan serta pemantapan pengamanan, nantinya penyelenggaraan KTT ASEAN dapat berjalan dengan lancar, aman dan damai, baik mulai dari kedatangan delegasi, lokasi penginapan hingga tempat utama berlangsungnya kegiatan tersebut.
"Kami bersama dengan Bapak Panglima sudah mengatur bagaimana proses untuk melakukan pengawalan dari mulai ketibaan di bandara sampai dengan di akomodasi hotel mereka. Kemudian pergerakan dari akomodasi ke venue utama semuanya. Tentunya sudah kita siapkan," ucap Sigit.
Dari segi pengawalan, Sigit menuturkan bahwa, petugas keamanan nantinya akan menyiapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah tempat selama pelaksanaan KTT ASEAN.
Menurut Sigit, pengaturan lalu lintas itu harus dilakukan untuk menghindari terjadinya crowded. Mengingat, wilayah Labuan Bajo terdapat beberapa ruas jalan yang tidak terlalu lebar. Sehingga, kebijakan rekayasa diterapkan guna bisa terkelola dengan baik.
"Tentunya ada kondisi jalan yang memang kecil. Sehingga mau tidak mau, kita harus lakukan pengaturan rekayasa. Karena memang ini akan menimbulkan crowded apabila, tidak kita atur," tutur Sigit.
Sebab itu, Sigit tak lelah, kembali mensosialisasikan tentang adanya kebijakan rekayasa lalu lintas tersebut kepada masyarakat. Ia pun menginstruksikan kepada jajarannya terus menyampaikan komunikasi publik yang baik terkait dengan hal tersebut, demi kelancaran pelaksanaan KTT ASEAN serta masyarakat sendiri.
"Tentunya ada masyarakat mungkin akan terganggu. Oleh karena itu dalam kesempatan ini saya selalu menyampaikan komunikasi publik yang baik. Sehingga masyarakat terinformasi. Walaupun terganggu, namun masyarakat tetap mendukung seluruh kegiatan KTT ASEAN. Karena ini juga tentunya menimbulkan Multiplier Effect yang positif untuk masyarakat Labuan Bajo," kata Sigit.
Disisi lain, Sigit menjelaskan, dengan terpilihnya Labuan Bajo sebagai lokasi pelaksanaan KTT ASEAN, hal tersebut akan memberikan dampak positif bagi masyarakat maupun Negara Indonesia. Apalagi, tema yang diusung dalam penyelenggaraan tersebut adalah, Epicentrum of Growth.
"Jadi bagaimana pertumbuhan itu bisa muncul dan terus bertumbuh di kawasan ASEAN tentunya, utamanya bagi Labuan Bajo sendiri yang saat ini menjadi destinasi wisata. Karena itu walaupun mungkin di dalam pelaksanaannya ada masyarakat yang terganggu atau kurang nyaman, kita harapkan semuanya bisa support, memaklumi bahkan mendukung," papar Sigit.
"Dan saya juga mendapat informasi dari Pak Kapolda ada persatuan masyarakat Manggarai kurang lebih jumlahnya 100, mereka ikut terlibat dalam hal kegiatan pengamanan di venue yang ada. Tentunya ini merupakan bentuk dukungan positif dari masyarakat terhadap rangkaian penyelenggaraan KTT ASEAN dan juga pengamanan KTT," tambah Sigit menegaskan.
Kesempatan yang sama, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menyampaikan bahwa, masyarakat Labuan Bajo khususnya harus bangga lantaran KTT ASEAN dilaksanakan di wilayah tersebut.
Menurutnya, hal itu merupakan ukiran sejarah baru khususnya bagi Negara Indonesia. Sebab itu, Yudo berharap, semua unsur lapisan masyarakat khususnya di Labuan Bajo, dapat mendukung seluruh proses rangkaian KTT ASEAN, agar berjalan aman, lancar dan damai.
"Masyarakat tentunya juga harus bangga karena di Labuan Bajo, dilaksanakan KTT, ini merupakan sejarah baru, mengukir sejarah baru. Dan tentunya kalau ada hambatan sedikit tentang jalan-jalan ditutup ini tentunya mohon dimaklumi dan ini tidak ditutup selamanya. Artinya begitu rangkaian selesai silahkan masyarakat bisa melaksanakan kegiatan seperti biasa. Harapannya tadi, karena memang jalannya sempit, ini mohon maaf tentunya supaya kegiatan ini dapat lancar. Saya ingin keterlibatan masyarakat, tokoh pemuda, agama dan adat, semuanya mendukung kegiatan ini. Karena semuanya demi Indonesia dan demi masyarakat Labuan Bajo," tutup Yudo.(*)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar