Musala Babussalam Gunung Sarik Diresmikan, Didorong Jadi Pusat Kegiatan Keagamaan dan Smart Surau - Patroli Informasi

Breaking

Senin, 28 September 2026

Musala Babussalam Gunung Sarik Diresmikan, Didorong Jadi Pusat Kegiatan Keagamaan dan Smart Surau

 



PADANG — Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir meresmikan pemakaian Musala Babussalam yang berada di Jalan Manunggal Simpang Rambutan, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Minggu (27/9/2026).


Peresmian tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat karena kehadiran Musala Babussalam diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga berkembang sebagai pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.


Kegiatan peresmian turut dihadiri Anggota DPRD Kota Padang Zalmadi, Kabag Kesra Zul Asfi Lubis, Camat Kuranji Rozaldi Rosman, Mamak Kaum Suku Tanjung Erdiman, Ketua Pengurus Musala Babussalam Salam Mairi, tokoh masyarakat serta sejumlah tamu undangan lainnya.


Peresmian pemakaian Musala Babussalam ditandai dengan penyerahan Surat Hibah Musala dari Mamak Kaum Suku Tanjung Erdiman kepada Ketua Pengurus Musala Babussalam Salam Mairi.


Penyerahan tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen Kaum Suku Tanjung dalam menghadirkan fasilitas keagamaan yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas.


Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyampaikan apresiasi kepada Kaum Suku Tanjung yang telah memberikan dukungan terhadap pembangunan dan keberadaan Musala Babussalam.

 

Menurutnya, pembangunan fasilitas ibadah di tengah masyarakat merupakan bentuk kepedulian yang memiliki manfaat jangka panjang.


Maigus berharap Musala Babussalam dapat dimanfaatkan secara optimal dan menjadi bagian dari penguatan kehidupan keagamaan masyarakat di wilayah Gunung Sarik dan sekitarnya.


Lebih jauh, Maigus mendorong pengurus Musala Babussalam untuk segera mengembangkan musala tersebut sebagai bagian dari Program Unggulan Pemerintah Kota Padang, yakni Smart Surau.


Program Smart Surau dirancang untuk menghidupkan kembali fungsi surau atau musala sebagai pusat pembelajaran agama sekaligus ruang pembinaan generasi muda.


Program tersebut mencakup sejumlah kegiatan, di antaranya Subuh Mubarakah, Remaja Masjid Reborn, 3T atau Tahsin, Tafsir dan Tahfidz, Ruang Pembelajaran Digital serta penyediaan Wifi Gratis.


“Kami meminta kepada pengurus musala untuk segera membentuk pengelola Smart Surau, termasuk dengan lembaga pendidikan agama seperti TPQ/TQA, MDTA/MDTW, sehingga program Smart Surau dapat diterapkan di musala baru ini,” ujar Maigus.


Menurutnya, keberadaan musala di lingkungan masyarakat memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar tempat melaksanakan salat berjemaah.


Musala dapat menjadi ruang pendidikan, pembinaan karakter, tempat berkumpulnya masyarakat serta sarana membentuk generasi muda yang memiliki pengetahuan agama sekaligus wawasan intelektual.


Maigus menilai sejarah perjalanan bangsa Indonesia juga menunjukkan bahwa banyak tokoh dan ulama besar tumbuh dari lingkungan pendidikan agama. Karena itu, keberadaan musala dan lembaga pendidikan keagamaan di tengah masyarakat perlu terus diperkuat.


Ia mencontohkan sejumlah tokoh bangsa dan ulama seperti KH Agus Salim dan Buya Hamka yang dikenal memiliki latar belakang pendidikan agama dan berkembang menjadi tokoh yang memberikan kontribusi besar bagi bangsa.


“Musala di tengah masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah. Kita ingin musala juga menjadi tempat membangun generasi yang cerdas, berakhlak dan memiliki intelektualitas,” ungkapnya.


Maigus berharap Musala Babussalam mampu menjadi salah satu pusat kegiatan positif bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak dan generasi muda.


Kehadiran kegiatan seperti TPQ/TQA, MDTA/MDTW, tahsin, tafsir dan tahfidz diharapkan dapat memberikan ruang pembelajaran yang lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggal masyarakat.


Selain itu, penerapan fasilitas digital melalui Smart Surau juga diharapkan dapat menjadikan musala sebagai tempat pembelajaran yang mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan.


“Mudah-mudahan kehadiran Musala Babussalam ini membawa kemajuan bagi masyarakat sekitar. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Kaum Suku Tanjung yang telah menghibahkan musala beserta tanahnya untuk kepentingan masyarakat,” kata Maigus.


Dibangun Sejak 2024


Sementara itu, Mamak Kaum Suku Tanjung Erdiman menjelaskan bahwa pembangunan Musala Babussalam telah dirintis sejak 2024.


Musala tersebut dibangun di atas tanah milik kaum Suku Tanjung. Proses pembangunannya dilakukan secara bertahap melalui dukungan swadaya keluarga serta bantuan para donatur.


Menurut Erdiman, pembangunan musala tersebut merupakan bentuk kepedulian keluarga dan kaum terhadap kebutuhan masyarakat akan tempat ibadah dan kegiatan keagamaan yang berada dekat dengan lingkungan tempat tinggal.


Dengan telah selesainya pembangunan dan diresmikannya pemakaian musala, ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas tersebut sebaik-baiknya.


Erdiman juga menyampaikan komitmen Kaum Suku Tanjung untuk terus mendukung pengembangan kegiatan keagamaan di kawasan tersebut.


Bahkan, apabila ke depan diperlukan pengembangan fasilitas Musala Babussalam, pihaknya siap mewakafkan kembali lahan yang berada di sebelah timur musala.


Ia menyebut masih terdapat lahan sekitar 700 meter yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan fasilitas keagamaan, termasuk pembangunan tempat pendidikan tahfiz maupun kegiatan keagamaan lainnya.


“Kami berharap Musala Babussalam dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan keagamaan, majelis ilmu, kegiatan adat istiadat, kegiatan ekonomi, serta berbagai kegiatan untuk kebaikan umat,” ujar Erdiman.


Menurutnya, musala yang telah dibangun tersebut diharapkan tidak hanya ramai pada waktu-waktu salat, tetapi juga hidup dengan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.


Kegiatan pengajian, pendidikan Al-Qur'an, pembinaan generasi muda, kegiatan sosial hingga aktivitas kemasyarakatan diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan.


Diharapkan Menjadi Pusat Pembinaan Generasi Muda

Peresmian Musala Babussalam menjadi momentum bagi masyarakat Gunung Sarik untuk memperkuat kehidupan keagamaan sekaligus membangun ruang pembinaan generasi muda.


Kolaborasi antara pengurus musala, tokoh masyarakat, pemerintah, ninik mamak serta lembaga pendidikan agama dinilai penting agar keberadaan musala dapat memberikan manfaat yang lebih luas.


Pemerintah Kota Padang melalui Program Smart Surau juga mendorong agar fasilitas keagamaan di tingkat kelurahan dapat berkembang menjadi pusat aktivitas yang mendukung pendidikan agama dan pembentukan karakter generasi muda.


Dengan adanya fasilitas digital, akses internet serta kegiatan pendidikan keagamaan, musala diharapkan mampu menjadi ruang yang relevan bagi anak-anak dan remaja di tengah perkembangan teknologi.


Di sisi lain, keberadaan Musala Babussalam juga memperlihatkan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung pembangunan fasilitas keagamaan. Pembangunan yang dirintis sejak 2024 melalui swadaya keluarga dan donatur tersebut kini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara lebih luas.


Maigus Nasir pun berharap semangat gotong royong dan kepedulian yang telah ditunjukkan Kaum Suku Tanjung dapat menjadi contoh dalam membangun fasilitas yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.


Dengan diresmikannya pemakaian Musala Babussalam, masyarakat setempat kini memiliki fasilitas yang diharapkan mampu menjadi tempat ibadah sekaligus pusat pendidikan, pembinaan, silaturahmi dan berbagai aktivitas positif.


Ke depan, pengembangan Musala Babussalam melalui penerapan Smart Surau diharapkan semakin memperkuat fungsi musala sebagai pusat kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan, sekaligus menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda yang berilmu, berakhlak dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat di sekitarnya. (**)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar