PADANG — Pemerintah Kota Padang terus memperkuat komitmen menjadikan pendidikan sebagai salah satu fondasi utama pembangunan daerah. Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui Seminar Pendidikan bertajuk “Sinergi Best Practice, Inovasi Sekolah, dan Kerja Sama Global untuk Padang Juara” yang digelar di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis, 6 Agustus 2026.
Seminar pendidikan yang diikuti sebanyak 2.334 peserta dari berbagai unsur dan jenjang pendidikan tersebut menjadi ruang strategis untuk berbagi praktik baik (best practice), membahas inovasi pendidikan, memperluas jejaring kerja sama, sekaligus mendorong transformasi pendidikan Kota Padang agar semakin berkualitas dan berdaya saing.
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Dr. Fauzan, M.Pd, Chief Executive Officer Education Malaysia Global Service (EMGS) Ministry of Higher Education Malaysia Novie Tajuddin, Rektor Universiti Kuala Lumpur (UniKL) Prof. Dr. Ilham Sentosa, serta Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Habibul Fuadi.
Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Yopi Krislova, unsur Forkopimda dan pimpinan serta anggota DPRD Kota Padang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang, Rektor UNP Dr. Ir. Krismadinata, S.T., M.T., Ph.D., perwakilan CUCAS China, pimpinan EMGS, pimpinan DMDI, para rektor dan pimpinan perguruan tinggi di Kota Padang, kepala dinas pendidikan kabupaten/kota se-Sumatera Barat, serta kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan peserta seminar.
Seminar tersebut tidak hanya menjadi forum berbagi gagasan, tetapi juga menghadirkan praktik baik dari sejumlah satuan pendidikan serta pemikiran dari narasumber nasional dan internasional.
Kegiatan juga dimanfaatkan sebagai ruang diskusi untuk memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan pendidikan dan ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman sebagai bagian dari penguatan kerja sama di bidang pendidikan.
Pendidikan Harus Menghasilkan Dampak Nyata
Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan, substansi utama dari pelaksanaan seminar pendidikan bukan semata-mata pada banyaknya gagasan yang disampaikan, melainkan sejauh mana gagasan tersebut dapat diterapkan dan menghasilkan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Kota Padang.
Menurutnya, forum seperti seminar pendidikan harus mampu menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai pengalaman, inovasi, pengetahuan, dan peluang kerja sama yang kemudian dapat diterapkan di lingkungan sekolah.
“Kehadiran 2.334 peserta dari berbagai jenjang dan unsur pendidikan menunjukkan besarnya perhatian dan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Fadly Amran.
Ia berharap berbagai praktik baik dan inovasi yang ditampilkan dalam seminar tersebut tidak berhenti sebagai bahan diskusi maupun dokumentasi kegiatan.
Sebaliknya, pengalaman sekolah dan guru yang telah berhasil menghadirkan inovasi diharapkan dapat direplikasi dan dikembangkan oleh satuan pendidikan lainnya.
“Saya berharap best practice dan inovasi yang dipresentasikan dalam seminar ini tidak berhenti sebagai bahan diskusi. Sekolah yang berhasil menghadirkan inovasi dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lainnya, guru yang kreatif menjadi penggerak perubahan,” katanya.
Fadly menilai, kemajuan pendidikan membutuhkan ekosistem yang dibangun secara bersama-sama. Pemerintah, sekolah, guru, perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat, hingga mitra internasional memiliki peran penting dalam menciptakan sistem pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman.
Karena itu, sinergi yang dibangun melalui seminar tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi berlanjut dalam bentuk program, kerja sama, pertukaran pengetahuan, pengembangan kompetensi, maupun inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi peserta didik.
“Melalui sinergi dan Seminar Pendidikan ini, kita ingin mewujudkan pendidikan Kota Padang yang mampu melahirkan generasi unggul, berkarakter, berdaya saing global, serta menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan identitas bangsa,” tegas Fadly.
Tujuh Prioritas Pembangunan Pendidikan Kota Padang
Fadly menjelaskan, Pemerintah Kota Padang telah menempatkan pendidikan sebagai salah satu fondasi utama pembangunan daerah melalui berbagai kebijakan dan program yang diarahkan untuk memperluas akses, meningkatkan mutu, serta memperkuat daya saing generasi muda.
Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui Program Unggulan Padang Juara. Program ini diarahkan untuk memastikan setiap anak di Kota Padang memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang lebih baik tanpa terkendala kondisi ekonomi maupun latar belakang sosial.
Dalam pembangunan pendidikan, Pemko Padang menetapkan sejumlah prioritas yang menjadi arah kebijakan.
Pertama, memperluas pemerataan akses pendidikan dengan memastikan tidak ada anak yang tertinggal karena keterbatasan ekonomi maupun kondisi sosial.
Kedua, meningkatkan mutu pembelajaran melalui penguatan literasi, numerasi, sains, teknologi, kreativitas, serta kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah.
Ketiga, memperkuat karakter, agama, serta budaya Minangkabau sebagai bagian penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan identitas.
Keempat, meningkatkan daya saing generasi muda melalui berbagai program, seperti beasiswa, penguasaan bahasa asing, double degree, sertifikasi, serta kesempatan menempuh pendidikan pada jenjang dan lingkungan internasional.
Kelima, mempercepat transformasi digital dalam dunia pendidikan sehingga sekolah dan peserta didik mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Keenam, mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan inklusif bagi seluruh peserta didik.
Ketujuh, memperkuat kolaborasi dan tata kelola pendidikan yang transparan, akuntabel, serta berbasis data.
Menurut Fadly, ketujuh arah tersebut membutuhkan kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan. Sebab, tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks dan tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu pihak.
Perkuat Kompetensi Guru hingga Pendidikan Keagamaan
Selain meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah, Pemko Padang juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kapasitas tenaga pendidik.
Fadly menyebut, pada 2025 Pemko Padang telah melaksanakan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi guru PAUD/TK yang belum linier. Program tersebut menjadi salah satu langkah untuk membantu meningkatkan kompetensi dan kualifikasi tenaga pendidik pada jenjang pendidikan anak usia dini.
Pemko Padang juga meningkatkan insentif bagi guru PAUD sebagai bentuk penghargaan terhadap dedikasi para pendidik yang berperan membangun fondasi pendidikan sejak usia dini.
Sejumlah program lain juga telah dijalankan, di antaranya Kartu Padang Juara, penguatan kompetensi dan sertifikasi guru PAUD, penguatan pendidikan keagamaan melalui TPQ/MDTA bagi siswa SD serta MDTW/TQA bagi siswa SMP.
Pemko Padang juga menyediakan seragam sekolah dan modul pembelajaran secara gratis bagi keluarga yang membutuhkan sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan dan mengurangi beban masyarakat.
“Berbagai program telah kami jalankan, di antaranya Kartu Padang Juara, penguatan kompetensi dan sertifikasi guru PAUD, penguatan pendidikan keagamaan melalui TPQ/MDTA bagi siswa SD serta MDTW/TQA bagi siswa SMP, serta penyediaan seragam sekolah dan modul pembelajaran gratis bagi keluarga yang membutuhkan,” kata Fadly.
Menurutnya, berbagai kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun sistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memperhatikan karakter, nilai agama, budaya, pemerataan kesempatan, serta kesiapan generasi muda menghadapi persaingan global.
Sumbar Apresiasi Komitmen Pemko Padang
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Habibul Fuadi mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Padang yang memberikan perhatian besar terhadap sektor pendidikan.
Menurut Habibul, pendidikan merupakan salah satu sektor strategis yang memiliki dampak besar terhadap pembangunan sumber daya manusia dan kemajuan daerah.
Ia berharap berbagai program unggulan yang telah dirancang dan dilaksanakan Pemko Padang dapat terus berjalan secara konsisten dan menjadi tradisi dalam pembangunan pendidikan.
“Apa yang sudah dilakukan oleh Kota Padang semoga menjadi tradisi, apalagi saat ini Kota Padang teratas untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dibanding kabupaten/kota lainnya di Sumatera Barat, kita harapkan capaian ini terus dijaga,” ujar Habibul.
Ia menilai keberhasilan pembangunan pendidikan membutuhkan kesinambungan program dan komitmen lintas sektor. Karena itu, berbagai inovasi yang lahir di Kota Padang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lainnya di Sumatera Barat.
Habibul juga menyampaikan apresiasi terhadap pilihan Pemko Padang yang menempatkan pendidikan sebagai salah satu prioritas utama dalam program pembangunan daerah.
Menurutnya, keberhasilan meningkatkan kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga konsistensi, memperkuat kolaborasi, serta memastikan setiap program benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dorong Pendidikan Kota Padang Berjejaring Global
Kehadiran narasumber dan mitra pendidikan dari tingkat nasional maupun internasional dalam seminar tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemko Padang memperluas jejaring pendidikan.
Keterlibatan Education Malaysia Global Service (EMGS), Universiti Kuala Lumpur (UniKL), CUCAS China, DMDI, perguruan tinggi di Kota Padang serta berbagai pemangku kepentingan lainnya membuka peluang untuk mengembangkan kerja sama pendidikan lintas negara.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan lebih banyak kesempatan bagi peserta didik, guru, sekolah maupun perguruan tinggi untuk mendapatkan pengalaman dan wawasan global.
Penguatan kerja sama internasional juga sejalan dengan arah pembangunan pendidikan Kota Padang yang mendorong penguasaan bahasa asing, sertifikasi, program double degree, serta akses terhadap pendidikan berstandar internasional.
Dengan demikian, konsep “Padang Juara” tidak hanya diarahkan pada pencapaian prestasi di tingkat daerah dan nasional, tetapi juga bagaimana generasi muda Kota Padang memiliki kapasitas untuk bersaing di tingkat global tanpa kehilangan karakter dan identitas budaya.
Dari Seminar Menuju Gerakan Bersama
Seminar Pendidikan “Sinergi Best Practice, Inovasi Sekolah, dan Kerja Sama Global untuk Padang Juara” pada akhirnya diharapkan menjadi lebih dari sekadar agenda seremonial.
Dengan melibatkan ribuan peserta dari berbagai unsur pendidikan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyatukan persepsi sekaligus membangun komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Berbagai praktik baik yang dibagikan dalam forum diharapkan dapat diadaptasi sesuai kebutuhan masing-masing sekolah. Sementara inovasi yang telah terbukti memberikan dampak positif dapat dikembangkan lebih luas agar manfaatnya dirasakan oleh lebih banyak peserta didik.
Di sisi lain, nota kesepahaman yang ditandatangani dalam rangkaian kegiatan menjadi pijakan untuk memperkuat kerja sama dan membuka peluang baru dalam pengembangan pendidikan.
Bagi Pemko Padang, pendidikan bukan hanya tentang membangun sekolah dan menyediakan fasilitas pembelajaran, tetapi juga tentang membangun manusia.
Karena itu, peningkatan kualitas guru, pemerataan akses, penguatan karakter, pemanfaatan teknologi, pendidikan keagamaan, penguasaan kompetensi global, hingga kolaborasi internasional menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari agenda besar Padang Juara.
Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Pemko Padang berharap berbagai kebijakan dan inovasi yang telah dijalankan dapat terus berkembang secara berkelanjutan, sehingga pendidikan di Kota Padang mampu melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, kuat dalam karakter dan nilai budaya, serta siap menghadapi tantangan dan persaingan global. (**)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar