Pessel - Wali Nagari Limau Gadang Lumpo Kecamatan IV Jurai, Pesisir Selatan sungguh menyayangkan tindakan dari sejumlah akun Media Sosial, yang terkesan sengaja memviralkan video di Nagarinya, namun dengan narasi yang tidak sesuai dengan fakta.
Baru-baru ini jagad dunia maya, berseliweran Video siswa sekolah yang terlihat menyeberangi sungai, menggunakan peralatan lori gantung di Nagari Lumpo. Dalam salah satu unggahan “dinarasikan”bahwa para pelajar tersebut karena tidak adanya jembatan penghubung, di daerah tersebut.
Menurut Nasrul, Lori Gantung tersebut merupakan permintaan masyarakat setempat, untuk penyeberangan sementara karena Jembatan Limau Gadang Lumpo sedang dalam proses perbaikan, akibat rusak akibat banjir yang melanda daerah tersebut pada 2024 silam.
Ia juga menjelaskan, lori gantung yang berada di lokasi hanya dimanfaatkan ketika debit air tinggi akibat hujan, dan sangat bersifat darurat. Namun jika pada kondisi normal, masyarakat dapat menyeberangi sungai pada jembatan sementara yang ada di lokasi.
“Jadi bukan tidak ada Jembatan, Jembatan Limau Gadang, sedang dalam proses perbaikan dan pembangunan. Bahkan di lokasi juga terdapat jembatan darurat sementara, yang juga difungsikan oleh masyakat apabila air sungai dalam kondisi Normal,” ungkap Nasrul.
Menurutnya penggunaan lori gantung ini juga baru-baru ini difungsikan, lantaran baru beberapa hari terakhir hujan melanda wilayah tersebut, sehingga mengakibatkan debit air naik pada beberapa waktu.
“Baru beberapa hari ini difungsikan, langsung diviralkan dengan narasi provokatif seperti itu, tanpa melihat fakta yang sebenarnya. Mereka tidak tahu, masyarakat disini sangat membutuhkan lori gantung tersebut jika debit air sedang naik,” ungkapnya.
Wali Nagari juga menyebut, masyarakat di Limau Gadang tidak ada persoalan dengan kondisi tersebut, bahkan sangat bersyukur karena Jembatan Limau Gadang akhirnya dibangun kembali.
“Kami yang ada disini tidak ada masalah, bahkan kami yang bersurat resmi ke Kementrian melalui Balai jalan, agar lori gantung itu tetap berada disana menjelang pembangunan kembali jembatan tuntas, karena kami memang sangat membutuhkan. Namun kalau diviralkan begini, seolah kami tidak tau berterima kasih,” sesalnya.
Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Pesisir Selagan, Fahresi Eka Siska menyebut bahwa pembangunan Jembatan
Limau Gadang Lumpo merupakan salah satu dari 3 Jembatan di Pesisir Selatan yang ditangani langsung ditangani oleh Kementrian PU RI.
Saat ini proses pembangunan sudah berjalan dan ditargetkan selesai pada Agustus tahun ini.
“Pembangunan jembatan sedang berproses, kita targetkan selesai pada Agustus tahun ini,” ucap Eka.
Terkait video yang viral tersebut, ia menjelaskan bahwa keberadaan lori gantung tersebut hanya untuk situasi banjir dan darurat berdasarkan permintaan dari masyarakat setempat melalui Wali Nagari.
“Jadi kami tekankan, lori gantung tersebut dipergunakan untuk kondisi mendesak seperti banjir, sesuai dari surat dari Kementrian PU melalui balai jalan, yang menjawab surat permohonan dari Wali Nagari sebelumnya,” pungkasnya.
Berdasarkan pantauan Media ini di lapangan, pada Sabtu (4/4), lori gantung yang viral tersebut tidak beroperasional dan hanya terletak di pinggir sungai. Masyarakat setempat juga terlihat menyeberangi sungai tanpa harus menggunakan jembatan darurat, ataupun lori. (Bee)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar