Medan - Suasana khusyuk acara Nuzulul Quran di Masjid Djaafar Warahmah, Jalan Young Panah Hijau, Kecamatan Medan Marelan mendadak berubah mencekam. pada Minggu (15/3/2026) malam.
Sekelompok remaja yang diduga hendak tawuran justru menyerang jamaah dan remaja masjid yang sedang mengikuti kegiatan keagamaan.
Peristiwa bermula saat jamaah usai melaksanakan salat tarawih dan menggelar acara Nuzulul Quran.
Tiba-tiba terdengar suara tembakan mercon dari arah luar masjid. Suara tersebut ternyata menjadi pemicu datangnya rombongan remaja yang dikenal sering terlibat tawuran.
"Iya, awalnya ada tembakan mercon. Itulah awal mula bentroknya warga sama pelaku. Tuh, anak-anak tawuran datang," ujar Sharfa Arzaqi Rambe, Ketua Remaja Masjid Djafar Warahmah, saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (17/3/2026).
Menurut Sharfa, rombongan tersebut diduga berasal dari Lingkungan 8 yang bergabung dengan sekelompok remaja dari kawasan Belawan.
Ia menduga kelompok tersebut sedang mencari lawan tawuran, namun karena lawan mereka di kawasan lingkungan 7 ini tidak ada, masjid dan jamaahnya yang menjadi sasaran.
"Motifnya memang mereka itu sering tawuran. Setiap hari mereka tawuran. Cuma pada saat kejadian malam itu, lawan mereka di lingkungan 7 itu tidak ada. Jadi masjid ini yang jadi sasaran," ungkapnya, seperti dilansir dari TribunMedan.
Saat kejadian, masjid sedang dipenuhi jamaah. Ustaz Alban Zari tengah memberikan ceramah, dan para pemuka agama di lingkungan setempat juga ikut turut hadir dalam acara Nuzulul Quran tersebut.
Kelompok remaja tersebut tiba dengan membawa berbagai senjata tajam.
"Mereka semua bawa senjata tajam. Ada celurit, kelewang, ada juga yang bawa senjata seperti tombak dengan ujung runcing, gagangnya kayu panjang. Senapan angin juga ada," lanjutnya.
Akibat serangan mendadak itu. Beruntung tidak ada korban jiwa, namun beberapa orang mengalami luka-luka.
"Korban ada sebenarnya, cuma dia tidak luka parah. Ada bapak-bapak yang melerai, jatuh, ditebas mereka. Ada yang luka bakar kena tembakan mercon di perut. Anggota remaja masjid juga ada yang kena percikan mercon di tangannya saat berada di teras masjid pada serangan pertama," tuturnya.
Situasi sempat menjadi kacau saat sebagian warga yang tidak terima kemudian balik menyerang kelompok tersebut, sehingga terjadi bentrokan pada malam hari itu.
"Jadi kacau, Kami langsung berhamburan. Sebagian warga yang tidak terima kembali menyerang mereka," tambahnya.
Menurutnya, pihak kepolisian baru tiba di lokasi setelah kejadian usai. Kericuhan baru reda setelah para orang tua dari warga sekitar masjid menarik anak-anak mereka untuk mundur.
Sementara itu, salah satu korban luka, anggota remaja masjid yang tangannya terkena percikan mercon, telah membuat laporan ke Polres Pelabuhan Belawan.
Namun laporan tersebut sempat terkendala karena korban masih di bawah umur dan tidak didampingi orang tua.
"Padahal sudah didampingi kepala lingkungan, masyarakat ramai-ramai ke Polres Pelabuhan Belawan. Tapi orang tuanya tidak ikut. Ayahnya di Malaysia, ibunya jaga nenek di rumah sakit. Kakak-kakaknya sudah berumah tangga, jadi dia sendiri yang di rumah," pungkasnya.
Sumber : TribunMedan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar