Saat Lenggang Tujuah Menari, SMPN 7 Padang Sambut Datangnya Sang Alumni Dony Oskaria - Patroli Informasi

Breaking

Jumat, 20 Februari 2026

Saat Lenggang Tujuah Menari, SMPN 7 Padang Sambut Datangnya Sang Alumni Dony Oskaria



PATROLINFORMASI – Halaman SMPN 7 Padang pada Jumat, (20/02/2026), pagi menjelang siang itu terasa berbeda. Iringan musik tradisional berpadu dengan gerak gemulai para penari muda yang menyambut kedatangan Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria. Sambutan hangat itu menjadi momen istimewa, sebab kunjungan tersebut bukan sekadar agenda kerja, melainkan kedatangan seorang alumni ke sekolah lamanya.


Kelompok tari Lenggang Tujuah tampil di barisan depan, menghadirkan nuansa adat Minangkabau yang kental. Para siswa menari penuh percaya diri di hadapan tamu kehormatan yang datang bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Wali Kota Padang Fadly Amran, serta jajaran Forkopimda.


Bagi para siswa, penampilan itu bukan sekadar pertunjukan seremonial. Ada kebanggaan tersendiri karena mereka dipercaya menyambut tokoh nasional yang pernah menimba ilmu di tempat yang sama.


Latihan Singkat, Semangat Maksimal


Guru Seni Budaya sekaligus pelatih tari, Kiki Ramadheni, menjelaskan bahwa tarian yang dibawakan sebenarnya sudah sering ditampilkan dalam berbagai acara penyambutan resmi sekolah.


“Kalau untuk prosesnya biasanya anak-anak latihan sekitar dua minggu kurang. Tapi karena tarinya sudah ada, kali ini kita cuma latihan satu hari saja,” ujarnya.


Meski waktu latihan singkat, para penari tetap tampil kompak. Pengalaman tampil sebelumnya membuat mereka mampu menyesuaikan gerakan dengan cepat.

Kiki juga menjelaskan bahwa kelompok tari sekolah diberi nama Sanggar Lenggang 7, sebagai identitas seni budaya yang melekat dengan SMPN 7 Padang.


Filosofi di Balik Nama Lenggang Tujuah


Nama Lenggang Tujuah bukan dipilih tanpa makna. Menurut Kiki, inspirasi nama tersebut berasal dari karakter dasar tarian perempuan Minangkabau yang identik dengan lenggang dan lenggok gerakan yang lembut.


“Inspirasinya dari gerakan lenggang atau lenggok dalam tarian perempuan. Sedangkan ‘Tujuah’ kita ambil dari nama sekolah, jadi menggambarkan lenggangan khas SMP 7,” jelasnya.


Nama itu kemudian menjadi simbol kebanggaan siswa sekaligus identitas seni yang terus mereka kembangkan.


Deretan Prestasi Anak-anak Sanggar


Di balik penampilan anggun tersebut, tersimpan sejumlah prestasi membanggakan. Sanggar Lenggang 7 telah beberapa kali meraih penghargaan dalam ajang seni tingkat kota hingga nasional.


“Alhamdulillah, anak-anak pernah meraih juara dua Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kota Padang,” kata Kiki.


Selain itu, mereka juga kerap meraih juara satu dan juara tiga dalam berbagai perlombaan seni tingkat kota. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan seni di sekolah tidak sekadar pelengkap kegiatan akademik, tetapi juga ruang tumbuh bagi bakat generasi muda.


Kehadiran Dony Oskaria hari itu pun terasa semakin bermakna. Di sekolah tempat ia pernah belajar, tradisi dan kreativitas siswa terus hidup, diteruskan melalui lenggang tari yang menyambut, seolah menghubungkan masa lalu dan masa kini dalam satu panggung kebanggaan.(***)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar