Nevi Zuairina Dorong Stabilitas Pasokan Gas di Kepri Guna Dukung Ekonomi dan Energi - Patroli Informasi

Breaking

Senin, 27 Januari 2025

Nevi Zuairina Dorong Stabilitas Pasokan Gas di Kepri Guna Dukung Ekonomi dan Energi



PATROLINFORMASI - Anggota Komisi XII DPR RI, Nevi Zuairina, mengingatkan pentingnya stabilitas pasokan gas di Kepulauan Riau (Kepri) sebagai elemen kunci keberlanjutan ekonomi dan energi.


Dalam pandangannya, Kepri, khususnya Batam, membutuhkan pasokan gas yang stabil, andal, dan terjangkau guna mendukung operasional listrik dan industri di wilayah tersebut.


“Keberlanjutan pasokan gas sangat krusial untuk mendukung operasional listrik dan industri di Kepulauan Riau, terutama di Batam yang menjadi salah satu pusat industri dan perdagangan nasional,” ujar Nevi Zuairina.


Konsumsi Gas dan Tantangan Harga


Saat ini, Batam memerlukan pasokan gas sebesar 10 BBTUD untuk memenuhi kebutuhan listrik lebih dari 1,5 TWh per tahun. Pasokan ini digunakan oleh pembangkit listrik seperti PLTG Tanjung Uncang dan sejumlah pelanggan industri besar.


Terkait harga gas, Nevi menyoroti pentingnya evaluasi keberlanjutan harga rata-rata USD 6 per MMBTU yang diberlakukan untuk PLN Batam berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 8 Tahun 2020.


Menurutnya, harga ini harus tetap kompetitif agar tidak membebani masyarakat dan pelaku usaha.


“Kita harus memastikan harga gas tetap kompetitif untuk mendorong efisiensi bisnis, kehandalan produksi, dan keberlanjutan lingkungan,” tambah Nevi.


Permintaan Pelaku Usaha dan Potensi Gas


Dalam berbagai diskusi, Nevi mendengarkan aspirasi pelaku usaha di Kepri yang menginginkan kepastian harga gas dan listrik guna menjaga daya saing industri di tengah pemulihan ekonomi.


Ia juga menyampaikan potensi besar cadangan gas di Lapangan Natuna D Alpha.


“Gas yang diekspor ke Singapura sebenarnya bisa dialihkan untuk memenuhi kebutuhan energi di Batam. Selain itu, ada potensi 90 BBTUD gas di Natuna yang tidak terserap, dan jumlah ini lebih dari cukup untuk mendukung kebutuhan energi di Kepri,” jelas Nevi.


Nevi mendorong Pemerintah Daerah Kepri untuk memanfaatkan potensi tersebut dengan mengembangkan kawasan industri berbasis gas dan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat terkait manfaat ekonominya.


Sinkronisasi Data dan Energi Terbarukan


Nevi juga menegaskan perlunya sinkronisasi data antara PLN, PGN, dan pemangku kepentingan lainnya terkait kebutuhan dan pasokan gas. Hal ini bertujuan agar perencanaan dan implementasi dapat berjalan lebih efektif.


Ia turut menggarisbawahi pentingnya pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai langkah strategis jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada gas.


“Saya mengajak semua pihak, termasuk Pemerintah Pusat, Daerah, dan pelaku usaha, untuk bersama-sama memastikan pasokan gas di Kepri tidak hanya stabil, tapi juga berkontribusi pada kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat,” ingat Nevi Zuairina. (**)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar