PATROLINFORMASI - Menteri PU @dodyhanggodo bersama Wamen PU @dianakst_ menggelar rapat koordinasi dengan Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGen) di Kantor Kementerian PU, Rabu (15/1). Rapat ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat mitigasi gempa di Indonesia.
Menteri Dody menyampaikan bahwa mitigasi harus dilakukan secara berkelanjutan untuk mengurangi dampak bencana. Kementerian PU menggunakan Peta Sumber Gempa 2024 dan Buku Aplikasi Modifikasi Gerak Tanah untuk menentukan Zona Rawan Bencana dan mengevaluasi keamanan bangunan eksisting. Infrastruktur penting seperti bendungan juga menjadi fokus perlindungan.
Wamen Diana menekankan pentingnya penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI), termasuk SNI 1726:2019 untuk bangunan tahan gempa dan SNI 2833:2018 untuk jembatan. Langkah ini bertujuan meminimalkan risiko korban jiwa dan kerugian materi di daerah rawan gempa.
Ketua PuSGen, Prof. Masyhur Irsyam, menekankan perlunya rencana aksi konkret untuk meningkatkan ketahanan struktur dan infrastruktur. Hal ini mencakup pengembangan peta risiko, metode retrofit, dan standar evaluasi bangunan, termasuk mitigasi risiko korban jiwa serta kerugian finansial. Ia juga menyoroti pentingnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mendukung upaya mitigasi. (**)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar