Gantikan Prabowo Selama ke Luar Negeri, Rocky Gerung: Gibran Akan Diuji saat Pimpin Rapat Kabinet - Patroli Informasi

Breaking

Jumat, 01 November 2024

Gantikan Prabowo Selama ke Luar Negeri, Rocky Gerung: Gibran Akan Diuji saat Pimpin Rapat Kabinet

 



PATROLINFORMASI - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan lawatan ke sejumlah negara selama dua minggu, menjadikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming sebagai pemegang kendali sementara di Indonesia. Hal ini memicu beragam respons, termasuk dari pengamat politik Rocky Gerung, yang menyebut situasi ini sebagai “ujian pertama” bagi Gibran dalam menjalankan perannya sebagai wakil kepala negara. Menurut Rocky, penugasan Gibran sebagai presiden sementara bukan hanya tentang menjalankan tugas rutin pemerintahan, tetapi juga tantangan psikologis dan politis.

“Ini bisa dianggap sebagai jebakan psikologis. Gibran akan berhadapan dengan menteri-menteri berpengalaman yang perlu diyakinkan atas kapasitasnya memimpin,” ungkap Rocky. Sebagai sosok yang baru memasuki panggung politik nasional, Gibran akan dihadapkan pada rapat-rapat kabinet dan pengambilan keputusan penting. “Rocky menganggap bahwa “Gibran harus mampu mempertahankan kendali kabinet dan berkomunikasi dengan tegas serta jelas agar tidak terjebak dalam persepsi negatif publik,” katanya.

Selain itu, Rocky mengatakan, jika Gibran akan mendapatkan dukungan komunikasi dari orang-orang di kabinet, termasuk peran dua pejabat istana, Hasan Hasbi dan Kodari, yang dikenal sebagai pemilik lembaga survei. Menurut Rocky, mereka berperan dalam mengarahkan komunikasi publik Gibran, khususnya dalam menghadapi wartawan dan menjaga citra kepresidenan selama Prabowo berada di luar negeri. “Dengan Prabowo yang lebih sering berkeliling ke luar negeri untuk membangun jaringan internasional, Gibran akan sering berada di posisi ini, yang juga menuntut kecakapan komunikasi agar pesan pemerintah tetap konsisten,” tambah Rocky.

Ia menekankan bahwa komunikasi Gibran harus sejalan dengan visi yang ingin disampaikan Prabowo di luar negeri, baik dalam hal diplomasi maupun kebijakan ekonomi. Sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas kepemimpinan sementara, menurut Rocky, kemungkinan besar istana akan membatasi pertanyaan wartawan yang terlalu teknis atau sensitif, sehingga Gibran dapat lebih fokus pada hal-hal yang telah dipersiapkan. “Semua ini, dari aspek komunikasi hingga diplomasi, adalah bagian dari skenario yang menarik untuk ditunggu, karena banyak yang memandang kepemimpinan Gibran sebagai eksperimen politik yang diawasi ketat oleh publik,” pungkas Rocky.

Sumber : herald.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar