Sekjen Kemenag RI Dorong Kepala Madrasah Sumbar Gandeng Komite Majukan Madrasah - Patroli Informasi

Breaking

Minggu, 13 November 2022

Sekjen Kemenag RI Dorong Kepala Madrasah Sumbar Gandeng Komite Majukan Madrasah

PATROLINFORMASI.COM - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama RI, lakukan pembinaan bagi jajaran Kementerian Agama Sumatera Barat, pada Sabtu (12/11).


Didampingi Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Helmi, Sekjen Nizar Ali mengajak seluruh kepala madrasah memiliki komitmen untuk memajukan madrasah.


Kegiatan ini dihadiri seluruh Kepala Bidang, pembimas, Kakan Kemenag bersama Kasi Penmad dan Kepala Madrasah se-Sumatera Barat, Ketua KKMA, KKMTs, KKMI, Pokjawas dan Ketua Igra. Kegiatan ini juga dimeriahkan penampilan siswa siswi MAN 1, MAN 3 Padang dan MAN 1 Padang Pariaman.

Dalam kesempatan itu, Sekjen menyebut, saat ini madrasah sudah memasuki era keemasan, kita patut berbangga. Dan Sumatera Barat sudah seharusnya meniru madrasah madrasah yang memiliki reputasi. Karena Sumbar juga memiliki MAN Insan Cendikia (IC), tetapi masih belum optimal.


“Untuk itu, ini sebagai evaluasi dan review bagi Kepala Madrasah dan Kakan Kemenag serta Kakanwil. Mari sama-sama mengisi masa keemasan ini dengan capaian capaian dan mempertahankan prestasi,” ujar Sekjen.


Lebih lanjut Sekjen, madrasah di Sumatra Barat harus segera mengejar prestasi agar sejajar dengan madrasah lain yang ada di Indonesia seperti MAN Serpong, MAN Malang, Gorontalo dan madrasah lainnya.


“Supaya masa kejayaan emas  madrasah ini bisa berlangsung lama dan bisa meluas ke seluruh wilayah Indonesia,” kata Nizar.


Diakui Sekjen, Madrasah memiliki potensi besar untuk melejit lebih cepat. Karena potensi inputnya itu luar biasa. Madrasah adalah satu-satunya sekolah negeri yang memiliki asrama.


“Kita punya waktu 24 jam untuk membentuk, mengisi otak anak dengan perspektif multiple inteligen, kecerdasan intelektual, spiritual maupun emosional. Ini tidak dimiliki oleh yang lain. Karena madrasah memiliki asrama untuk membetuk karakter,” tuturnya.


Untuk mewujudkan itu sambung Nizar, perlu diperhatikan beberapa hal, pertama Kepala madrasah harus memiliki komitmen. Jika Kepala tidak memiliki visi ke depan, maka tidak akan memiliki mimpi dan obsesi obsesi yang rasional.


Kedua, Komite. Pilih komite yang memiliki jaringan. Jangan pilih komite yang tidak punya target. Karena anggaran madrasah itu terbatas. Madrasah punya peluang untuk meminta bantuan komite dalam memikirkan pendapatan diluar APBN yang bisa melejitkan prestasi prestasi anak didik.


“Komite mengajak diskusi orang tua murid bagaimana konsep pengembangan madrasah. Tawarkan program-program yang bisa mengembangkan potensi anak didik, kompetensi guru, pimpinan madrasah dan tenaga kependidikan sampai kepada obsesi yang muncul serta berimplikasi pada anggaran,” ujar Sekjen memotivasi.


Selanjutnya, Sekjen juga mengajak Kepala Madrasah untuk punya target dan bersaing terutama dalam input pendidikan. Yang paling repot itu adalah madrasah yang tidak punya peminat.


"Yang diterima 150 yang daftar cuma 100, berarti seadanya. Maka harus mencari usaha dan sosialisasi. Harus ada yang kita jual," katanya mengingatkan.


“Bagi sekolah yang pas - pasan jangan khawatir dan jangan minder. Kita harus bisa, justru ini tantangan besar. Maka harus ekstra ordinary, kalau dijalankan biasa-biasa saja hasilnya juga biasa. Maka genjotnya harus kencang,” kata Sekjen menekankan.


Dijelaskan Sekjen, salah satu caranya adalah ketika sebuah madrasah sudah maju maka kepala madrasahnya harus digeser untuk megangkat sekolah yang inputnya biasa saja.


“Jangan dianggap ini sebuah hukuman, justru ini tantangan besar untuk menjadikan sekolah biasa menjadi luar biasa. Karena Kepala Madrasah memiliki peran yang besar dalam memenaj madarasah,” harap Nizar.


Dalam kegiatan ini, Sekretaris Jenderal Kemenag RI, Nizar Ali menerima hasil karya tulis berupa buku dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatra Barat, dan Perencana Madya, Mulyono.


H. Helmi menyerahkan buku yang ditulisnya dengan judul Pengembangan Pesantren Berorientasi life skill. Semantara Mulyono, Perencana Madya menyerahkan hasil karyanya ke 19 dengan judul Perencana Sektoral, Lintas Sektor, dan Rekomendasi Kebijakan Strategis. (Dori/Rinarisna)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar