PATROLINFORMASI.COM - Dalam rangka meningkatkan kualitas SDM pendidik dan pengembangan kurikulum. SMA Negeri 16 Padang laksanakan In House Training bersama majelis guru dengan tema "Melalui IHT Kita Tingkatkan Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)" bertempat di Ruang Mejelis Guru, jalan Bukit Napa, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, pada Senin (24/10).
Kepsek SMA Negeri 16 Padang Seprah Madeni, M.Pd mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah berbenah diri bagaimana menyukseskan kurikulum merdeka dan menguatkan implementasi kurikulum merdeka di SMA Negeri 16 Padang, dengan bentuk-bentuk kegiatan seperti lokakarya, IHT dan coaching.
"Alhamdulillah kegiatan ini sudah kita laksanakan di bulan Mei lokakarya, kemudian IHT di bulan September, November dan chocing kepada guru-guru pendamping per KKG dan per mata pelajaran dan di ikuti dengan supervisi, kemudian kita lanjutkan lagi dengan pendampingan individu untuk semua marpel," ungkapnya.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, Kepsek SMA Negeri 16 Padang berharap guru-guru melakukan inovasi perubahan, bagaimana perubahan mindset (pola pikir) di SMAN 16 Padang terjadi.
"Kita berharap memang pembelajaran berdiferensiasi hidup di tengah-tengah SMA Negeri 16 Padang dan pembelajaran yang menghadirkan sesuai dengan kebutuhan siswa bisa terwujud hendaknya. Profil pembelajaran Pancasila bisa terwujud di SMA Negeri 16 Padang," pungkasnya.
Sementara itu komite SMA Negeri 16 Padang Yunisman, SE, MM sangat mendukung regulasi seperti ini dan siap untuk mendorong hal-hal seperti ini terkait mengenai proses di dunia pendidikan. Karena ini adalah tindak lanjut yang mana kurikulum merdeka adalah salah satu inovasi pemerintah pusat kepada daerah.
Ia juga menyampaikan regulasi seperti ini merupakan suatu implementasi yang harus di dorong dengan adanya eksekusi di tingkat siswa terkait akademik.
Karena kata Yulisman pengembangan kurikulum merupakan suatu proses merencanakan dan menghasilkan suatu alat yang lebih baik dengan didasari hasil pengkajian terhadap kurikulum yang telah berlaku sehingga dapat memberi kondisi belajar mengajar lebih baik dan berkualitas.
"Dulu kita kenal namanya Kurikulum 2013 (K 13) sekarang kurikulum merdeka belajar, ini nampaknya sudah dimulai pada beberapa sekolah yang sudah di tunjuk sebagai pilot projek. Kebetulan SMA 16 belum termasuk sebagai Sekolah penggerak maka oleh sebab itu pelaksanaan kurikulum ini menjadi suatu kurikulum merdeka mandiri nantinya," ungkapnya. (Dori)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar