PATROLINFORMASI.COM - Masih tersebarnya paham radikalisme dan terorisme menjadi perhatian serius bagi Kemenag Kota Padang dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Padang, Untuk mencari solusi agar paham tersebut tidak sampai mempengaruhi generasi muda. Pasalnya, paham radikalisme dan terorisme merupakan musuh utama bagi keberlangsungan suatu bangsa dan negara.
Guna menangkal pemahaman tersebut, Kemenag Kota Padang bersama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FUKB) menyelenggarakan dialog lintas agama dan kebangsaan yang bertajuk "Mencegah Radikalisme dan Terorisme dengan Meningkatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa" Kamis,(23/06).
Kepala Kemenag Kota Padang, H. Edy Oktafiandi mengungkapkan, kegiatan dialog seperti ini sangat penting, pasalnya bisa menyamakan persepsi tentang paham radikalisme dan terorisme. Pasalnya paham tersebut muncul karena sikap intoleran yang tidak bisa menerima perbedaan disuatu negara, padahal kerukunan dan keseimbangan itu sangat penting bagi kaum yang beragama.
"Untuk itu, FKUB menjadi peran penting guna memberikan wadah bagi semuanya," terang H.Edy.
Lanjutnya , menerangkan kegiatan ini untuk menyiapkan generasi emas bangsa Indonesia sekaligus mensinergikan bangsa untuk menjamin ketertiban dan kedamaian. Hal itu dengan menanamkan nilai agama yang meliputi tawazun, tawasud, jiwa adil, saling memahami, islah, waliyah serta yang paling penting yakni mendorong generasi muda untuk punya jiwa wathoniah atau cinta tanah air.
Kegiatan digelar di Hotel Kawana Jalan Thamrin No.71 Kota Padang pada Kamis 23 Juni 2022, diikuti dari berbagai Lintas Agama dan Ormas Islam sebenyak 50 Orang.
Senada, ditambahkan Ketua FKUB H.Salmadanis meyampaikan tantangan terbesar dalam memerangi radikalisme karena ego sektoral yang terus memunculkan isu. Selain itu, karena sikap yang merasa benar sendiri akan suatu pemahaman.
"Nah dari itulah, muncul sikap trans idiologi dan sikap intoleran bagi seseorang atau generasi muda saat ini," ungkapnya.
Kata dia, guna mencegah paham radikalisme dan terorisme itu ada 4 hal yang harus diamalkan atau dilakukan dalam kehidupan sehari-hari yakni tata hati (noto ati), Hargailah/dahulukan orang lain (among Karso), Bangkitlah dan selalu mencintai sesama (mijil tresno) dan Bekerja dan berbuat dengan mewujudkannya (Factual).
Kegiatan dialog tersebut dihadiri oleh Kepala Kemenag, Ketua FKUB , Organisasi Kemasyarakatan, Perwakilan Media Massa serta beberapa tamu undangan lainnya.
Dalam kegiatan tersebut yang bertindak sebagai narasumber Kepala Kemenag dan Ketua FKUB Kota Padang. (Dori/HarisTJ)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar