PATROLINFORMASI
Sabtu, 16/04/22 18.09
PATROLINFORMASI.COMAa - Seperti biasanya setiap Jumat, pada bulan Ramadan 1443 H/2022 Wali Kota Padang Hendri Septa tetap menggelar Jumat Keliling (Jumling).
Kali ini Jumat (15/4/2022), Jumling pun dilakukannya di Masjid Nurul Ihsan Komplek Arai Pinang, Kelurahan Pagambiran Ampalu Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung (Lubeg).
Seperti diketahui, hal itu dilakukan orang nomor satu di Kota Padang tersebut guna mendekatkan diri dan mendengarkan secara langsung aspirasi masyarakat yang ia pimpin. Di samping menyerap aspirasi ia juga bertindak sebagai khatib dan mengimami salat Jumat.
Adapun dalam khutbahnya Wako Hendri Septa berwasiat agar setiap muslim harus mengutamakan kesabaran dalam menjalani kehidupan yang fana di dunia. Karena sesungguhnya Allah SWT bersama orang-orang yang sabar.
Sementara usai shalat Jumat, Wako Hendri Septa pun menggelar dialog terbuka sembari menyerap aspirasi jamaah/warga setempat. Ia berharap, dengan menjemput aspirasi tersebut pembangunan di Kota Padang bisa merata dan permasalahan yang ada tertangani dengan baik.
"Melalui Jumling ini saya dan jajaran ingin menjemput aspirasi masyarakat agar pembangunan di Kota Padang bisa merata dan berlangsung sesuai harapan. Kita pemerintah ingin selalu ada memberikan pelayanan yang prima bagi masyarakat," ungkapnya sewaktu berdiskusi.
Sementara itu, dalam sesi dialog bersama warga di kesempatan itu Wako Hendri Septa mendapati beberapa masukan dan harapan dari beberapa warga khususnya yang berdomisili di Komplek Arai Pinang.
Aspirasi yang diterima rata-rata terkait kepentingan warga bersama. Diantara aspirasi tersebut yang paling urgen yakni seperti disampaikan Jurnal Muchtar (75), tokoh masyarakat setempat.
Ia berharap dukungan Pemerintah Kota (Pemko) Padang dapat membantu persoalan sebuah fasilitas umum (fasum) di Komplek Arai Pinang yang diambil alih tanpa sepengetahuan warga.
"Ceritanya dulu sewaktu pembangunan komplek fasum ini diberikan oleh pihak pengembang (developer) kepada warga agar digunakan sebagai fasum. Namun tetapi entah kenapa dan tanpa sepengetahuan warga pada 2014 silam terbit empat sertifikat di fasum tersebut yang dijual pihak pengembang kepada pembeli," tuturnya.
"Jadi kami warga di sini sepakat berupaya mempertahankan fasum ini, sehingga sekarang berhadapan dengan pembeli yang bahkan melaporkan kami ke Polda Sumbar. Semoga melalui dukungan Pak Wali Kota dan jajaran dapat membantu penyelesaian masalah ini. Karena memang bagi kita fasum tersebut sangat penting untuk kegiatan masyarakat. Seperti untuk taman, tempat bersilaturrahmi dan bermain bagi anak-anak," tukuknya bersama warga saat itu.
Setelah mendengarkan aspirasi tersebut, Wali Kota Padang pun langsung meninjau lokasi fasum. Usai melihat langsung kondisi fasum ia bersama jajaran akan siap membantu penyelesaian persoalan yang cukup berat itu.
"Saya meminta RT dan RW serta Lurah setempat mendatangi Kantor Dinas PUPR dan Dinas Pertanahan untuk mendudukkan bersama mencari jalan keluar permasalahan fasum tersebut. Semoga berjalan lancar dan sesuai harapan tentunya karena ini demi kepentingan masyarakat," imbuh Wako Hendri Septa yang disambut antusias warga saat itu.
Di akhir kegiatan Jumling Wali Kota milenial menyerahkan bantuan hibah Pemko Padang sebesar Rp10 juta untuk Masjid Nurul Ihsan Komplek Arai Pinang.
Terlihat hadir mendampingi Wali Kota saat itu diantaranya Asisten Administrasi Umum Didi Aryadi, Kepala BKPSDM Arfian, Kabag Kesra Fuji Astomi dan Camat Lubeg Heriza Syafani bersama para Lurah se-Kecamatan setempat.(Dori/Dv/Prokompim Pdg)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar