PATROLINFORMASI Sabtu, 16/04/22 14.12 |
| Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya Komisaris Besar Endra Zulpan |
PATROLINFORMASI.COM – Satu terduga provokator dan enam pengeroyok Ade Armando saat aksi demonstrasi 11 April 2022 di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat telah ditangkap. Terduga provokator tersebut bernama Arief Pardiani.
Sedangkan enam pengeroyok Ade adalah Komarudin, M Bagja, Dhia Ul Haq, Abdul Latip, Markos Iswan, dan Alfikri Hidayatullah.
Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya Komisaris Besar Endra Zulpan menyatakan bahwa para pelaku yang telah ditangkap, telah ditetapkan sebagai tersangka.
Melansir Sabtu (16/4/2022) berikut adalah peranan setiap tersangka saat aksi:
Komarudin dan M Bagja
Polisi menyebutkan, Komarudin dan M Bagja memiliki motif yang berbeda saat menganiaya Ade Armando.
Yakni karena terprovokasi dengan situasi yang ada di TKP (tempat kejadian perkara).
Kombes Zulpan menjelaskan bahwa aksinya berkaitan dengan pesan di media sosial bahwa Ade Armando ada di lokasi aksi demonstrasi di Gedung DPR/MPR pada Senin lalu.
M Bagja pun mengaku memukul Ade Armando karena kesal dengan hal-hal yang disuarakan oleh korban di media sosial.
Abdul Latip
Pelaku berikutnya, Abdul Latip.
Saat mengeroyok Ade Armando, Abdul Latip teridentifikasi mengenakan almamater.
Ia ditetapkan sebagai pelaku setelah polisi melakukan identifikasi melalui foto dan video pengeroyokan yang beredar.
Kemudian, Abdul Latip kawasan Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, pada Kamis (14/4/2022).
Dhia Ul Haq
Dhia Ul Haq merupakan orang yang pertama kali memukul Ade Armando saat aksi.
Saat aksi di depan Gedung DPR/MPR itu, Dhia terlihat mengenakan topi hitam dan jaket hitam.
Dhia ditangkap di salah satu pondok pesantren di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, pada Rabu (13/4/2022) dini hari.
Markos Iswan dan Alfikri Hidayatullah
Markos dan Alfikri telah ditetapkan menjadi tersangka pengeroyokan Ade Armando.
Keduanya ditangkap di dua lokasi berbeda, namun pada hari yang sama.
Markos ditangkap di kawasan Sawangan, Depok.
Sementara Alfikri diringkus petugas di Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Arief Pardiani
Pelaku selanjutnya adalah Arief Pardiani.
Ia merupakan sosok yang berperan sebagai provokator.
Pasalnya ia menyebar video hoaks dengan narasi “Ade Armando Sudah Mati”.
Saat ini, Arief sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut dalam kasus pengeroyokan terhadap pegiat media sosial tersebut.
(Dori/Yar/Hnm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar